Senin, 25 Juli 2011

kiprah club indonesia di LCA

Kiprah Klub Indonesia di Liga Champion Asia ( 1970-1990)

11 02 2010 Diawali rasa penasaran tentang prestasi klub sepakbola Indonesia di tingkat Asia, khususnya Liga Champion Asia, karena AFC membuat dua turnamen klub – klub terbaik di Asia, Yaitu Liga Champion dan AFC Winner Cup yang kemudian berubah menjadi AFC Cup.
Setelah mengubek – ngubek Wikipedia.org, akhirnya gua nemuin nih daftar kiprah dan prestasi klub – klub sepakbola Indonesia di arena kompetisi para juara liga se – Asia. ini dia :
1970
PSMS Medan menjadi wakil Indonesia pada liga Champion 1970. Liga Champion ini merupakan Liga Champion edisi ke -3. Tujuh Tim dari tujuh negara berlaga dikompetisi ini, dan dibagi ke dalam 2 grup, juara dan runner up grup berhak lolos ke semifinal. PSMS Medan bergabung dalam grup B bersama jagoan Israel Hapoel Tel Aviv.
psms 1970
Team Poin Menang Seri Kalah
Hapoel Tel Aviv 6 3 0 0
PSMS
Medan
4 2 0 1
West Bengal 2 1 0 2
Royal Thai Police FC 0 0 0 3
Catatan Pertandingan Grup
Match 1 Hapoel Tel Aviv 5–0 Police FC
Match 2 PSMS Medan 1–0 West Bengal
Match 3 Hapoel Tel Aviv 3–1 West Bengal
Match 4 PSMS Medan 4–0 Police FC
Match 5 Hapoel Tel Aviv 3–1 PSMS Medan
Match 6 West Bengal 2–1 Police FC
Sebagai Runner Up PSMS berhak melaju ke semifinal dan menantang klub Iran Taj Club.
Pada Pertandingan semifinal, PSMS kalah 2 – 0. dan hanya berhak memperebutkan tempat ketiga.
Dalam perebutan tempat ketiga, PSMS berhadapan dengan klub Lebanon, Homenetmen, Namun sayang, PSMS dalam pertandingan ini dikandaskan Homenetmen dengan skor 1 – 0.
Tahun 1985-1986
Edisi Ke – 5 Liga Champion, Indonesia kali ini diwakili Kramayudha Tiga Berlian. Sepak terjang Kramayudha diawali di penyisihan grup ASEAN. Juara dan Runner up grup ASEAN, kemudian akan bertanding di babak play off, untuk menentukan wakil Asean di liga Champion Asia.
Tiga Berlian1
Team Point Win Draw Lose
Tiga
Berlian
7 3 1 0
Bangkok Bank 7 3 1 0
Tiong Bahru SC 3 1 1 2
Malacca FA 3 1 1 2
ADP FC 0 0 0 4
Dalam Pertandingan Playoff Kramayudha berhasil mengalahkan Bangkok Bank FC.
Kramayudha Tiga Berlian akhirnya lolos ke fase grup, dan bergabung di grup A.
tigaberlian2
Team Point Win Draw Loose
Al
- Ahli
4 2 0 0
Tiga
Berlian
2 1 0 1
East Bengal Club 0 0 0 2
Catatan Pertandingan :
Match 1 Al Ahli 1–0 Tiga Berlian
Match 2 Al Ahli 2–1 East Bengal
Match 3 Tiga Berlian 2–0 East Bengal
Sebagai Runnerup grup,Kramayudha Tiga Berlian, berhak masuk ke semifinal, dan berhadapan dengan, juara Korea Selatan Daewoo Royals. Ambisi Kramayudha Tiga Berlian akhirnya dikandaskan oleh Daewoo dengan skor akhir 3 – 0.
Walau begitu, Kramayudha berhak memperebutkan tempat ketiga Liga Champion Asia melawan klub asal Syria, Al – ittihad.
Di pertandingan Final tempat ketiga, Kramayudha berhasil membuktikan diri menjadi klub terbaik ke – 3 se – Asia dengan mengalahkan Al – Ittihad satu gol tanpa balas.
Musim 1986 – 1987
Kramayudha Tiga Berlian kembali mewakili Indonesia pada musim ini. Mendapatkan bye dan langsung lolos ke fase grup kompetisi, Perjalanan Kramayudha tidak sebaik musim sebelumnya, karena tidak mampu lolos ke semifinal, kalah poin dari klub Cina Liaoning FC dan gagal menjadi juara grup.
Musim 1987 – 1988
Kramayudha Tiga Berlian masih mewakili Indonesia pada musim kali ini. namun gagal mengulang sukses dua tahun sebelumnya, karena tidak lolos fase penyisihan ASEAN, hanya berhasil menduduki peringkat ke – 2 grup. Dari Kawasan Asia Tenggara klub Malaysia, Federal Territory menjadi wakil ke fase grup Asia.
Musim 1988 – 1989
Niac Mitra kali ini yang berhak mewakili Indonesia, hanya sayang sekali kiprah klub asal Surabaya ini, kandas di fase penyisihan ASEAN. Hanya menduduki peringkat ke – 3 klasemen akhir. Asia Tenggara pada liga Champion edisi kali ini diwakili Royal Thai Air Force dan Pahang FA.
Musim 1989 – 1990
Pelita Jaya Jakarta menjadi wakil Indonesia, dan berhasil mendobrak kegagalan klub Indonesia pada tiga tahun sebelumnya dan berhasil lolos ke fase grup Asia.
pelita3
Team Poin W D L
Kuala
Lumpur FA
8 4 0 0
Pelita Jaya Jakarta 6 3 0 1
Geylang
International
4 2 0 2
Air Force 2 1 0 3
Muara FC 0 0 0 4
Sayangnya di fase grup Asia, Pelita Jaya Jakarta hanya mampu menjadi penghuni dasar klasemen, dan gagal lolos ke semifinal.
Inilah kiprah klub Indonesia dari musim 1970 sampai dengan 1990. Kramayudha Tiga Berlian menjadi klub yang sering tampil dengan tiga kali keikutsertaan. Sampai tahun 1990 prestasi terbaik Klub Sepakbola Indonesia, adalah Juara Ketiga. Yang berhasil direbut Kramayudha Tiga Berlian pada musim 1985 -1986.

pemain terbaik indonesia sepanjang masa

Kiper:
Maulwi Saelan (timnas Olimpiade 1956)
Ronny Pasla
Judo Hadianto
AW van der Vin (Asian Games 1951)

Bek Kanan:
Simon Rumahpasal
Chaeruddin Siregar (timnas Olimpiade 1956)

Bek Kiri:
Ramlan Yatim (timnas Olimpiade 1956)
Aji Santoso

Bek Tengah:
Kwee Kiat Sek (timnas Olimpiade 1956)
Robby Darwis
Herry Kiswanto
Warta Kusuma

Gelandang Bertahan:
Ronny Pattinasarani
Tan Liong Houw (timnas Olimpiade 1956)

Gelandang Serang:
Rully Nere
Iswadi Idris
Surya Lesmana
Zulkarnaen Lubis

Penyerang Sayap:
Ramang (timnas Olimpiade 1956)
Abdul Kadir
Thio Him Tjiang (timnas Olimpiade 1956)
Widodo C. Putra

Penyerang Tengah:
Kurniawan Dwi Yulianto
Ricky Yacobi
Djamiat Dalhar
Phwa Sian Liong (timnas Olimpiade 1956)

sejarah timnas indonesia








Sejarah Timnas Indonesia

Indonesia ternyata pernah mempunyai timnas yang tangguh pada masa awal berdiri, tepatnya setelah PSSI berdiri pada tahun 1950. Hari bersejarah itu terjadi pada tanggal 2 September 1950. Pada hari itu diadakannya kongres PSSI di semarang. Kongres tersebut yang melatar belakangi lahirnya timnas Indonesia. Lahirnya timnas ini mengobati rindunya para anak bangsa untuk mempunyai sebuah tim nasional setelah Indonesia Merdeka. Sejak mengikuti piala dunia 1938 – walaupun statusnya masih Tim Hindia Belanda – Indonesia belum lagi memiliki timnas.

Setahun setelahnya, akhirnya timnas perdana Indonesia dibentuk untuk mengikuti Asian Games yang pertama di New Delhi, India. Timnas berangkat ke India bisa dibilang hanya bermodal semangat saja karena nyaris tidak ada bekal finansial karena Indonesia pada saat itu baru 1,5 tahun terlepas dari revolusi fisik. Dengan bekal yang minim tersebut, Indonesia langsung kalah telak dari India 0-3 di laga pertama. Namun, timnas tidak perlu merasa malu akibat kalah pada pertandingan pertama. Penampilan timnas saat itu mengundang decak kagum para penonton karena timnas sangat merepotkan lawan.

Setelah itu, PSSI memutuskan lawatan ke Singapura sebagai tujuan timnas berikutnya. Timnas berangkat dengan kondisi yang memprihatinkan, para punggawa timnas hanya membawa dua pasang seragam dan setibanya di Singapura, timnas diinapkan di Gedung Pertemuan Masyarakat Indonesia di Singapura. Mereka tidur di lantai dengan hanya beralaskan tikar dan harus kedinginan di malam hari karena angin.

Para pemain tidak mengeluh dengan kondisi tersebut, semangat mereka terus menggelora. Dan dengan semangat tersebut, timnas mencatatkan hasil diluar perkiraan orang-orang. Di pertandingan pertama melawan SAFA – yang merupakan juara Singapura, walaupun disepelekan dan diremehkan semangat timnas tidak berkurang. Para pendukung SAFA yang sebelumnya meremehkan timnas hanya bisa terdiam saat melihat pada papan skor yang menunjukkan skor akhir 7-0 untuk Indonesia.
Hasil tersebut membuat singapura gempar. Media-media Singapura memakai pertandingan tersebut sebagai berita utama dan menyebut telah lahir raksasa baru di kancah sepakbola Asia.

Di pertandingan selanjutnya, giliran Singapore A yang dilindas timnas dengan skor 4-0. Timnas sempat tertahan seri oleh Combined Service 0-0, tapi di pertandingan selanjutnya timnas kembali menang besar 4-1 ketika menghadapi Cobined Singapore. Sayang, di partai terakhir Indonesia kembali tertahan imbang oleh Combined Chinese. Walaupun begitu Indonesia membawa banyak pujian dari media setempat. Seperti Singapur Free Press yang menulis, “the biggest crowd for a football match this session!”.

Sejarah timnas tersebut harus dapat dijadikan pelajaran untuk timnas sekarang. Dengan kondisi yang jauh jika dibandingkan dengan kondisi timnas saat ini, mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di mancanegara. Hanya dengan semangat dan keinginan untuk mengharumkan nama bangsa, mereka bisa melakukannya. Semoga semangat mereka bisa menjadi contoh bagi timnas Indonesia saat ini

valentine day

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.